Siapa Bilang Belanja di Singapura Lebih Murah?
Singapura sedang mengadakan great sale besar-besaran untuk menarik
wisatawan datang dan berbelanja. Orang terlihat rela mengantre di
mal-mal super waaah. Orang Indonesia pun ada di antara mereka.
Konon
katanya, harga barang-barang di Singapura lebih murah. Eiittt... Tunggu
dulu. Setelah wartawan detikcom, Ken Yunita, ikut melihat-lihat di
mal-mal itu pada Kamis, 19 Juni 2008, ternyata tidak juga, tuh..!
Misalnya
saja kaos polo buatan Bossini yang dibanderol 20 dolar Singapura. Jika
dikurs dalam rupiah, harga itu setara dengan Rp 134 ribu.
"Harganya
hampir sama dengan di Jakarta," kata Kris, seorang pengujung counter
Bossini di salah satu mal di Orchard Road, Singapura.
Kris
pun mengurungkan niatnya untuk berbelanja. "Mending beli di Indonesia
aja, deh," kata Kris yang datang ke Singapura untuk urusan pekerjaan
itu.
Demikian juga untuk produk-produk lain. Meski sudah diskon hingga 70 persen, harga yang ditawarkan masih tetap lumayan mahal.
"Wah
kalau dikurs ke rupiah tetap mahal banget. Harga sepatu masih Rp 300
ribuan. Sama dong kaya di Jakarta," kata seorang pengunjung counter
sepatu di Suntec Mal bernama Keke.
Jadi, bukankah lebih baik
belanja di dalam negeri sendiri? Selain lebih murah karena tidak harus
mengeluarkan ongkos pesawat dan fiskal, belanja di negeri sendiri juga
dapat membantu pemerintah lewat pajak pembelian.
Lagipula,
banyak produk internasional yang sudah membuka counter di Indonesia.
Jadi berpikirlah dua kali untuk berbelanja ke Singapura.(ken/ana/detiknews.com)


